Akademik

Akademik Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kabupaten Tegal

    Dunia pendidikan di Indonesia sangat beragam bentuknya, salah satunya adalah sistem pendidikan model pesantren, dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan bergerak menggunakan sistem tersebut. Mengapa pesantren yang dipilih? Karena sistem pesantren lebih efektif untuk mentransfer nilai pendidikan kepada generasi selanjutnya. Dalam dunia pesantren, bukan hanya intelektualnya saja yang diolah/dikembangkan, akan tetapi spiritual, emosional, sosial, dan fisik dari para peserta didik turut untuk dikembangkan.
    Seorang santri bukan hanya intelektualnya saja yang diolah/dikembangkan, tapi sisi lain yang dimiliki santri harus ikut dikembangkan. karena hal inilah yang nantinya akan sangat dibutuhkan masrakat. bagaimana seorang santri mampu menjadi teladan dalam aspek ibadahnya, pengetahuannya, sikap sosialnya, dan lain sebagainya. yang nantinya dapat menjadi media dakwah santri dalam mensyiarkan agama dan melawan kebodohan.
    Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan dengan berbagai upaya mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri santri, sebagaiman yang disebutkan . Dengan orientasi pendidikan untuk dapat membentuk santri menjadi seorang kader, baik kader persyarikatan, kader ummat, kader ulama, dan kader bangsa mendorong pesantren untuk selalu berinovasi dalam mengembangkan sistem pendidikan di Pesantren.
    menganut sistem pendidikan yang integral yang memadukan antara kurikulum pesantren, kurikulum kemenag, dan kurikulum kemuhammadiyahan menjadi pendidikan yang diselenggarakan bersifat kompleks. Kurikulum yang diajarkan kepada santri memuat unsur baik ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler yang mengarah ketercapaian orientasi pendidikan pesantren. yaitu menjadi kader persyarikatan, kader ulama, kader ummat, dan kader bangsa. hal ini tercermin dalam muatan kurikulum pesantren . hal yang dipelajari dalam pesantren antara lain:

  • Nahwu shorof
  • Mutholaah
  • khot
  • mustholahul hadist
  • ushul fiqih
  • hadist
  • Imla
  • Insya
  • Tamrin Lughoh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar